يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”.
Kenapa lo jadi alim pad? TIDAK! Ini bukan fadhila!
Ini gue dodol! Gue belum selesai -__-"
Ceritanya gue kemaren bubar sama zooper.
Sahabat gue tercinta.
Seperti biasa Lolak, Gebi, Sasha datang duluan, sementara gue ngaret.
Terus kenapa?
Memang ga ada hubungannya sih sama postingan ini :O
Oke, sekarang gue yakin ini beneran fadhila.
Sial -____-"
Sasha, dia sekarang udah pindah lagi ke Jogja.
Lebih jauh lagi dari pada kemaren yang cuma pindah ke Baturaja.
Sedih? Iya. Banget malah.
Gue yang terakhir ninggalin dia, bukannya apa, gue bener-bener ga mau kehilangan sahabat gue.
Saat pulang, diatas motor, sambil diterpa semilir angin, gue merenung.
Hari berubah menjadi pekan, pekan menjadi bulan, bulan menjadi tahun
Usia terus bertambah, semua akan hilang satu per satu dan berganti.
Mungkin yang dipikirkan..
Seberapa banyak waktu terbuang kita habiskan bersamanya?
Seberapa banyak pikiranku tersita untuknya?
Seberapa banyak pengorbanan yang aku lakukan untuknya?
Banyak emang...
Tapi tidakkah yang dipikirkan itu egois.
Coba renungkan..
Banyaknya hal yang dilakukannya untuk kita.
Tersenyum setiap bertemu kita, tanpa tau rasa sedih yang mungkin sedang dirasakannya.
Mendengarkan setiap omongan kita, tanpa tau kalo sebenarnya dia juga ingin bercerita.
Berjalan bersama-sama, tanpa tau dia sedang ingin sendiri.
Tidak kah itu terpikirkan?
Tidak kan?
Tanpa kita sadari juga, pasti ada saatnya itu semua hanya tinggal kenangan.
Entah besok, besok lusa? atau mungkin hari ini.
Betapa besar rasa kehilangan saat dia tidak ada?
Kita tidak tau, karena belum merasakannya.
----------------------------
Sahabat.
Siapa seorang sahabat itu?
Dia adalah seseorang yang bisa membuat kita senang, bahagia, gembira, tersenyum bersama, tertawa bersama, seperti tidak pernah tertawa sebelumnya.
Mencoba sebaik mungkin mengevaluasi diri dan memperlakukan sahabat kita sebaik mungkin.
Coba mengambil hikmah dari setiap kejadian.
----------------------------
Sekarang gue udah kelas XII, gue ga tau kedepannya gimana.
Apa gue bakal ketemu sahabat gue lagi atau enggak?
Sasha, menyadarkan gue. Perpisahan mungkin ga bisa dihindari.
Mereka akan masuk fakultas pilihan mereka.
Dan begitu juga gue ...............
Mungkin mereka akan sekolah diluar sesuai dengan fakultas pilihan mereka.
Ya benar, pasti ada saja dari kami yang terpisah :(
Satu demi satu pertanyaan terbersit.
Apakah kita akan bertemu lagi?
Apakah kita akan tetap menjadi sahabat?
Apakah tetap ada tawa seperti dulu lagi?
Atau, apakah hal yang terlewati akan hilang begitu saja?
-------------------------------
Galau banget nulis postingan ini.
Simpen!!!
Instagram: hallodilaaa
Email : fadilaamalia95@gmail.com


0 comments:
Posting Komentar