Udah makan? Jangan lupa makan, pura-pura bahagia perlu energi banyak hahahaa
Hari ini aku mau bahas soal HUKUM INTERNASIONAL.
Aku belum sempet cerita ya kalo aku di semester 4 kemarin sudah memilih program kekhususan Hukum Internasional dan sekarang aku mau ceritain gimana asal mulanya aku milih PK ini.
Kamu ambil PK semester 4 dan baru mau cerita saat kamu semester 7?
Iya maaf lupa, biasa jomblo ga ada yang ingetin :") wkwkk
Ini aku keingetnya karena ada adek tingkat yang nanya masalah Hukum Internasional ini dan yang nanya lumayan banyak. Jadi daripada aku cerita berulang-ulang tentang pilihanku ini mending aku kasih linknya.
Yaudah kita mulai ceritanyaaaa .........
![]() |
Oke abaikan muka dekil diatas-_-
Eh dibilang abaikan malah dizoom -_-
Itu abis ngeliput acara makanya butek #alasan
|
Ada beberapa pilihan program kekhususan yaitu hukum pidana, hukum bisnis, hukum tata negara, hukum administrasi negara dan hukum internasional. Dan dengan segala pertimbangan aku memilih program kekhususan hukum internasional.
Untuk Program Kekhususan yang satu ini di Fakultas Hukum Unsri minatnya masih tergolong sedikit, di angkatanku hanya 10 mahasiswa yang memilih program kekhususan ini termasuk aku.
Alasannya aku juga kurang tau kenapa minatnya bisa sedikit, padahal dari segi metode pembelajaran, dosen, mata kuliahnya juga seru. Kuliah juga kadang seperti les privat, mahasiswanya sedikit.
Malah pernah untuk salah satu mata kuliah, aku sendiri yang mengambil MK tersebut. Jadi tidak ada alasan membolos atau tidak memperhatikan kuliah.
Selain itu materi yang diajarkan menarik (bagi aku), karena pertama memang aku menyukai materi-materi hukum internasional dan kedua karena mata kuliah di program kekhususan hukum internasional tidak banyak dipelajari orang lain contohnya seperti hukum perang atau hukum udara.
Senang mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh orang banyak.
Awalnya aku juga kebingungan mau ambil program kekhususan apa. Orang tua aku keduanya pengacara, ada kemudahan bagi aku apabila saya mengambil hukum pidana. Mungkin aku bisa mendapatkan judul dan materi untuk skripsi lebih mudah. Selain itu ada tempat sharing terbaik di dunia yaitu mama dan papa. Namun semakin aku dalami, semakin aku ambil mata kuliahnya, semakin aku mengenal ruang lingkup pekerjaannya, aku merasa PK Pidana bukan tempat yang tepat.
Sedangkan untuk program yang lainnya walaupun aku suka mata kuliahnya tapi tidak ada minat untuk berkecimpung disana. Pernah aku dengar orang berpendapat: "Sederhana kok cuma program kekhususan, ujung-ujungnya yang dicari juga sarjana hukum."
Iya sih yang dicari sarjana hukum, tapi langkah apapun yang kita pilih akan menentukan hidup kita beberapa tahun kemudian. Dan aku orangnya ga mau nanggung, udah keciprat mending basah sekalian.

Disaat galau memilih program kekhususan, aku ada tugas untuk meliput acara di pasca sarjana. Ternyata itu adalah acara seminar internasional yang dihadiri oleh anggota PBB. Seminarnya membahas organisasi internasional dibawah naungan PBB. Saat itu mereka bilang, quota untuk menjadi anggota organisasi internasional masih belum terpenuhi.
Seminar ini merupakan pencerahan dari kegalauan karena program kekhususan ini. Jadi aku putuskan untuk memilih Program Kekhususan Hukum Internasional.
Setelah memutuskan pun masih ada pertimbangan lagi. Dari orang tua tidak mendukung tetapi juga tidak melarang. Papa sih bilang: "Papa kurang ngerti mengenai Hukum Internasional jadi ayuk harus betul-betul belajar ekstra." Itu PR dari papa. Jadi semenjak semester 5 aku sudah berjuang sendiri di hukum internasional ini. Biasanya kan suka nanya dikit-dikit. :p
PA juga mengarahkan ke HTN karena nilai untuk PK HTN aku lebih besar daripada HI. Namun Alhamdulillah beliau menyetujui.
HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!
YEYEYEEE LALALALALALALAAAA!
Sekarang resmi sebagai mahasiswi fakultas hukum program kekhususan hukum internasional:)
Sekian ceritanya sekarang aku mau kasih gambaran prospek untuk Hukum Internasional itu sendiri. Ini yang aku dapet dari beberapa seminar dan sharing ya. Aku sendiri juga belum berkecimpung disana. Kan belum SH :")
1. Organisasi Internasional
2. Departemen Luar Negeri
3. Diplomat dan Konsulat
4. Duta Besar
5. Perusahaan asing
6. dll.
Anyway what major you choose, you must love it. If you have found yourself interested in studying international law, take it. Dont be afraid. If you can't speak english, i suggest you to study hard, study even more, read more, be as open minded as possible you could. Keep your dream high, achieve it. Good luck for you! Barakallah :)


