Kejadian
ini berlangsung hari Rabu (02/04) sekitar pukul 16.00. Pada saat itu saya
memutuskan untuk pulang ke Palembang karena ada sedikit keperluan. Diantara
beberapa pilihan transportasi yang ada, saya memilih menggunakan bus khusus
yang ada di timbangan (sebuah lokasi di Indralaya) karena lebih dekat dari
kosan saya. Melupakan kejadian kecopetan yang pernah saya alami saya pun
memberanikan diri untuk pulang menggunakan bus tersebut.
Di dalam bus hanya ada beberapa
orang, tidak begitu ramai. Di kursi depan ada supir dan dua orang mahasiswa
dibelakangnya. Di dekat pintu depan ada satu ibu-ibu separuh baya yang membawa
kuali yang cukup besar sehingga memakan dua buah kursi sekaligus. Di sebelahnya
ada dua orang mahasiswa yang menggunakan jas lab. Selang satu kursi dibelakang
mahasiswa itu adalah tempat dimana saya duduk.
Ditengah perjalanan, kenek mulai
meminta ongkos pada penumpang-penumpangnya. Kesalahan saya pada saat itu, saya
hanya mempunyai selembar uang seratus ribu. Kenek itupun mengatakan akan
membayarkan kembaliaannya nanti. Saya percaya saja, saya mencoba untuk tidak
suhuzon pada orang yang saya tidak kenal.
Karena cuaca yang dingin seisi bus
itu-pun seperti terlelap. Walaupun tidak semuanya terlelap, setidaknya sopir
busnya masih bangun dan mengantarkan kami pulang. Pada kesempatan itu saya
memanggil kenek bus dan meminta kembalian ongkos saya. Dia bilang nanti, dia
akan menukarkannya terlebih dahulu. Kenek itu pun stop dan membeli sebungkus
rokok tapi dia tidak memberikan uang kembalian kepada saya. “Ah, mungkin nanti
setelah turun baru diberikan.” pikir saya saat itu.
Ketika tiba waktu turun, saya pun
meminta uang kembalian saya. Kenek itu memberikan sejumlah uang kepada saya
lalu langsung pergi. Saya hitung jumlah kembaliannya, hanya ada satu lembar
uang dua puluh ribu, tujuh lembar uang dua ribu, dan empat uang seribu. Totalnya hanya Rp 38.000.
Pelajaran bagi saya untuk membawa
uang kecil ketika ingin berpergian dan juga untuk tidak terlalu percaya pada
orang yang baru saja ditemui karena kejahatan terjadi apabila ada kesempatan. Waspadalah!

