Kangen ga? Harus kangen pokoknya!
Maksa banget ya -___-
Well, dipostingan ini gue mau ceritain pengalaman pertama gue menginjakan kaki di Unsri (Universitas Sriwijaya) Indralaya.
![]() |
| source: palembang-musi.blogspot.com |
Gue pergi pas tanggal 18 Juni 2013.
Hebat kan gue bisa apal tanggalnya??
Itu kan baru berapa hari kemaren pad (¬_¬")
Ah masa? (ʃ⌣ƪ)
Kemaren, awalnya gue sama Irsad berniat untuk ke bank buat ngambil formulir pembuatan KPM di bank sumsel suatu mall di kota Palembang. Maaf gue ga bisa nyebutin kalo nama mallnya itu PTC, nanti gue di kira promosi lagi ._.
Setelah kami dateng kesana, mbaknya yang cantik itu bilang "Maaf dek, kalo mau ambil formulirnya harus ambil di BAAK Unsri." Dengan rasa kecewa sedikit karena yang jaga teller bukan cowok *eh karena formulirnya ga bisa diambil disana, gue keluar bank terus ngomong sama Irsad.
"Cakmano sad? Ke Unsri bae apo kito?"
Translate to Indonesian: "Bagaimana sad? Apakah kita pergi ke Unsri saja?"
Lalu Irsad menjawab "baseng pad", gue juga jawab "baseng sad."
Setelah ber-baseng ria cukup lama, lalu kami memutuskan untuk pergi ke Unsri Indralaya.
Perjalanan dimulai dengan mengambil data Irsad yang sama sekali ga dia bawa, lalu baru kami pergi ke Unsri~
Dijalan, setiap ada belokan kami bingung mau ke arah mana.
Gue sama Irsad sama belum pernah sama sekali ke Indralaya soalnya.
Tapi kami punya solusi pintar buat menghadapi itu, kami mengikuti truk didepan kami.
Kenapa? Karena semua truk menuju ke Indralaya. Itu yang dikatakan Irsad.
Dan ternyata benar, kamihampir saja meninggalkan provinsi sumatra selatan sampai dengan selamat di Indralaya.
Kami sempat kelewatan gerbang masuk unsri. Dan ini agak menghebohkan.
"Pad! Gerbang tu dibelakang Pad, sudah lewat tadi..."
"Nah iyo e Sad, cakmano ini??"
"Sudah, kito langsung muter be, anggep be ini sekip."
Kemudian Irsad muter didepan unsri, melupakan truk-truk yang sudah menunggu lama.
Dan melupakan bahwa ini indralaya, bagi Irsad ini sekip ._.
Gue sama Irsad sama belum pernah sama sekali ke Indralaya soalnya.
Tapi kami punya solusi pintar buat menghadapi itu, kami mengikuti truk didepan kami.
Kenapa? Karena semua truk menuju ke Indralaya. Itu yang dikatakan Irsad.
Dan ternyata benar, kami
Kami sempat kelewatan gerbang masuk unsri. Dan ini agak menghebohkan.
"Pad! Gerbang tu dibelakang Pad, sudah lewat tadi..."
"Nah iyo e Sad, cakmano ini??"
"Sudah, kito langsung muter be, anggep be ini sekip."
Kemudian Irsad muter didepan unsri, melupakan truk-truk yang sudah menunggu lama.
Dan melupakan bahwa ini indralaya, bagi Irsad ini sekip ._.
Setelah sampe, kami malah tes kesehatan dulu. Padahal tadi niatnya mau ke bank -__-
Yang cowok tes kesehatan duluan dan itu agak menjengkelkan.
Gue rada kasian sama Irsad soalnya nungguin gue cukup lama, kasian juga dia belum makan.
Tapi itulah gunanya teman yang baik. Yo daaak sad? La ku puji nah, traktir ye ;)
Setelah tes kesehatan kami berniat untuk mengambil nomor, tapi karena sudah sore, audiotoriumnya udah mau di tutup jadi ga jadi. Ke bank pun ga jadi, karena banknya di audiotorium. :|
Akhirnya kami pulang menuju Palembang dengan mengiringi truk (lagi).
Karena ga nyalip-nyalip mobil lain, kami nyampenya lama ._. well, yang penting kami nyampe dengan selamat. Dan yang penting gue ga melanggar hukum, masa anak hukum melanggar hukum. Ga kece abis. -___-
Viva Justitia! Haha :D
Maaf gaje ._.



